Ratusan anggota kepolisian dari Polres Situbondo menjaga dengan ketat demonstrasi protes boikot Trans7 yang dilakukan oleh ribuan alumni pesantren. Apa yang mendasari tuntutan mereka untuk menarik izin siar televisi swasta ini?
Pada hari Sabtu yang lalu, ribuan mantan santri dari berbagai pondok pesantren di Situbondo, Jawa Timur, mengadakan demonstrasi besar di depan Pendopo Kabupaten Situbondo. Aksi ini merupakan bentuk keberatan terhadap suatu program di Trans7 yang dianggap telah menghina kehormatan kiai dan santri. Mereka mendesak agar izin siar Trans7 dicabut.
Untuk memastikan aksi tersebut berjalan dengan aman dan teratur, Polres Situbondo menurunkan ratusan petugas pengamanan. Tindakan ketat ini diambil mengingat banyaknya massa yang diperkirakan mencapai ribuan orang, dengan tujuan menjaga ketertiban umum dan kelancaran lalu lintas di sekitar area demonstrasi.
Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, serta Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, hadir di tengah-tengah para demonstran. Keduanya memberikan penghargaan atas sikap tertib para peserta aksi dan berkomitmen untuk mengawal aspirasi yang disampaikan oleh para alumni pondok pesantren menuju tingkat yang lebih tinggi.
Pengamanan Ketat dan Apresiasi dari Polres Situbondo
Polres Situbondo telah mengerahkan ratusan petugas untuk menjaga kelancaran aksi protes boikot Trans7. Pengamanan ini meliputi pengaturan lalu lintas, pengawasan lokasi demonstrasi, serta memastikan tidak ada gangguan yang dapat merusak ketertiban umum. Kehadiran pihak kepolisian bertujuan untuk mendukung penyampaian pendapat secara damai.
Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada ribuan peserta demonstrasi yang telah menjaga ketertiban. "Kami berterima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini yang berlangsung dengan tertib dan lancar, kami berharap hal ini terus terjaga hingga selesai, serta menjaga ketertiban masyarakat lainnya terutama pengguna jalan," kata Kapolres Rezi di hadapan para demonstran.
AKBP Rezi juga menegaskan bahwa ia berkomitmen untuk mendampingi aspirasi para alumni pesantren. Ia berjanji akan menyampaikan permintaan tersebut secara berjenjang melalui Kepolisian Daerah Jawa Timur hingga ke pemerintah pusat. Sebelumnya, koordinasi dengan panitia aksi telah dilakukan untuk memastikan semua tuntutan dapat disampaikan.
Dukungan dari Pemerintah Daerah dan Tindakan Hukum
Dukungan terhadap aksi protes boikot Trans7 juga datang dari Pemkab Situbondo. Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo, hadir dan berjanji untuk mengawal aspirasi massa. "Kami akan mendampingi tuntutan para alumni pesantren kepada pihak terkait," tutur Ulfiyah.
Selain itu, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Situbondo juga telah mengambil langkah hukum terkait tayangan di Trans7 yang menjadi masalah. Ketua GP Ansor Situbondo, Johantono, menyampaikan bahwa mereka telah melaporkan tayangan itu ke Polda Jawa Timur. "Kami telah melaporkan ke Polda Jatim, dan meminta tindakan tegas jika terdapat pelanggaran," ujar Johantono yang juga turut dalam demonstrasi.
Belasan perwakilan alumni dari berbagai pondok pesantren bergantian menyampaikan orasi mereka, mengecam tayangan televisi swasta yang dianggap menyakiti perasaan santri. Mereka menekankan pentingnya menjaga etika dalam penyiaran serta menghormati nilai-nilai keagamaan yang dijunjung oleh masyarakat.
Ekspresi Cinta dan Proses Hukum yang Sedang Berlangsung
Kapolres Rezi mengerti alasan di balik upaya Demo Boikot Trans7 ini. "Saya percaya semua teman-teman bersusah payah di bawah terik matahari ini sebagai bentuk kasih sayang kepada guru-guru kita, kiai-ku dan pesantren. Namun, kita juga harus menghormati proses yang sedang berlangsung," katanya, menekankan semangat para demonstran.
Aksi protes yang diikuti ribuan alumni pesantren ini diakhiri dengan istigasah, salawat, dan doa bersama. Penutupan yang dilakukan dengan kegiatan spiritual ini mencerminkan sikap damai dari aksi tersebut, serta menegaskan bahwa tuntutan mereka berlandaskan pada nilai-nilai agama dan penghormatan kepada para guru serta tradisi pesantren.
0 Komentar